KIMIA AIR
“ANALISIS AIR DI LAPANGAN”
DI SUSUN
FARID FARDIANSYAH, A. Md. A. K.
PRODI D III ANALIS KESEHATAN
STIKES MEGAREZKY
MAKASSAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah dengan judul “ANALISIS AIR DILAPANGAN” dapat diselesaikan tepat waktu.
Pada penulisan makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin namun mengingat kodrat manusia sebagai manusia biasa tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan-kekurangan yang membutuhkan koreksi dan penyempurnaan dari berbagai pihak.
Selanjutnya pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
ARATI.S,Si selaku dosen pembimbing mata kuliah KIMIA AIR
Semua pihak yang telah memberikan sumbangsihnya.
Penulis berharap semoga makalah ini ada manfaatnya bagi para pembaca, saran dan kritik sangat kami harapkan demi perbaikan dalam pembuatan makalah baik yang sekarang maupun untuk yang akan datang.
Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Air merupakan senyawa yg mempunyai rumus molekul H2O. Dalam molekul tsb. Atom Oksigen berikatan dgn 2 atom Hidrogen dgn ikatan kovalen.
1. Sumber Air
Sumber air yg dpt dimanfaatkan bagi kehidupan manusia dpt dibedakan mjd 3 golongan:
a. Air Angkasa
Merupakan air yang berasal dr. Atmosfir yaitu hujan, embun, salju. Umumnya kualitas cukup baik, tetapi air angkasa tsb. Dpt mengakibatkan kerusakan pd logam yaitu timbulnya karat. Karena cenderung asam dengan kandungan nitrat, Sulfat, dan karbonat yang tinggi.
b. Air Permukaan
Merupakn air yg berada dipermukaan, umumnya sumber air permukaan mrpkan air yg kurang baik utk langsung dikonsumsioleh manusia karena ituperlu ada pengolahan. Misal : PDAM
c. Air Tanah
Merupakan air yang sebagian terbentuk dari air hujan yg jatuh dipermukaan bumi dan sebagian meresap kedalam tanah.
Ketiga sumber air tersebut tdk berdiri sendiri tetapi saling berhubungan dlm suatu siklus yang disebut daur Hidrologi. Siklus air diartikan sbg pergerakan yg dialami oleh air yang terdiri dari berbagai peristiwa :
• Evaporasi (penguapan air)
• Kondensasi (Pembentukan awan)
• Presipitasi (jatuhnya air ke bumi)
• Aliran air pd permukaan bumi dan didlm tanah.
Jadi siklus hidrologi adalah akibat panas, awan mendung, daya berat, air hujan jatuh ke bumi, air dimanfaatkan.
B. TUJUAN MAKALAH
1. Untuk mengetahui analisis air dilapangan
2. Untuk mengetahui parameter apa saja yang digunakan dalam analisis air dilapangan
3. Untuk mengetahui pengambilan contoh air,yang meliputi lokasi pengambilan contoh air, titik pengambilan sampel.
4. Untuk mengetahui pemeriksaan fisika dan kimia dilapangan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGAMBILAN CONTOH AIR
1. Lokasi Pengambilan
a. Lokasi Pengambilan Contoh Air di Sungai
Lokasi pengambilan contoh pada aliran sungai perlu ditetapkan karena utk mengetahui perubahan kualitas air akibat aktivitas lingkungan sekitarnya.
Kualitas air alamiah diukur pada lokasi dihulu sungai yg belum mengalami perubahan oleh kegiatan manusia, sedangkan perubahan kualitas air diambil pada bagian hilir.
b. Lokasi pengambilan contoh air diwaduk / danau
Sekurang-kurangnya diperlukan 3 lokasi pengambilan contoh yaitu : sebelum masuk danau, ditengah danau dan setelah keluar danau.
2. Titik Pengambilan
1. Sungai
Pengambilan contoh air dilakukan bertujuan utk mendptkan contoh air yg andal. Contoh air yg andal adalah contoh air yg mewakili keadaan kualitas sumber air tersebut.
Agar diperoleh contoh air yg andal tsb. Maka titik pengambilan conmtoh air yg dipilih adalah tempat dimana air sungai yg betul-betul tercampur dgn baik berdasarkan kecepatan aliran dan lebar sungai.
2. Danau
Titik pengambilan contoh air didanau berdsrkan pada kedalaman . faktor yg harus dipertimbangkan adalah titik pengambilan comtoh bagian dasar tidak dipengaruhi oleh endapan / sedimen.
Frekuensi Pengambilan Contoh Air
Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pengambilan contoh air
Kualitas air sungai dan sumber air lainnya pd umumnya selalu berubah dr waktu ke waktu. Perubahan ini disebabkan oleh bbrp faktor antara lain : Pergantian musim, limbah yang masuk dan debit sungai. Perubahan tsb. Dpt terjadi sesaat atau terus menerus dlm suatu periode tertentu.
Perubahan Sesaat
Disebabkan oleh suatu kejadian yg tiba-tiba dan sering kali tidak bisa diramalkan. Contoh turunnya hujan lebat akan menyebabkan bertambah debit air yg diikuti oleh terbawanya bahan pencemar dari pengikisan daerah sekitar.
Perubahan Terus menerus
Perubahan terus menerus setiap tahun dpt terjadi karena turunnya hujan / turunnnya suhu yg beraturan tiap musim.
Contoh : kegiatan industri dan pertanian pd suatu daerah aliran sungai dpt mempengaruhi kualitas air secara teratur selama periode tjdnya kegiatan pembuangan limbah akibat aktivitasnya. Sedangkan kegiatan domestik dpt menyebabkan perubahan harian dan mingguan.
Penentuan Frekuensi
Untuk memperoleh data yang diperlukan maka frekuensi pengambilan contoh pada suatu lokasi perlu direncanakan secara sistematis. Tahapannya adalah pengumpulan informasi :
Faktor-faktor yg mempengaruhi kualitas air yg diperlukan sesuai dgn pemanfaatannya diperlukan untuk menentukan titik pengambilan contoh.
• Pengumpulan data hasil analisa yg ada utk membantu memperkirakan kualitas air dan perubahan kualitas air dan kadar unsur-unsur penting pada lokasi tsb.
Berdasarkan informasi awal tsb. Akan diketahui parameter-parameter yg melebihi batas-batas kritis sehingga bisa ditentukan frekuensi pengambilan contoh air yg diperlukan.
Alat Pengambilan Contoh Air
Beberapa ketentuan yg harus dipenuhi oleh pengambil contoh air tsb :
1. Terbuat dari bahan yang tidak terpengaruh sifat contoh (misalnya untuk keperluan pemeriksaan logam, alat pengambil contoh tidak terbuat daru logam)
2. Mudah dicuci dari bekas sampel sebelumnya.
3. Contoh mudah dipindahkan ke dalam botol penampung / wadah penyimpan tanpa ada sisa bahan tersuspensi didalamnya.
4. Kapasitas alat 1-5 liter, tergantung dari maksud pemeriksaan
5. Mudah dan aman dibawa.
Jenis Unit Pengambil Contoh
1. Alat pengambil contoh sederhana, berupa botol biasa atau ember plastik yg digunakan pd permukaan air secara langsung.
2. Botol biasa yg diberi pemberat shg dapat digunakan untuk mengambil contoh air pada kedalaman tertentu.
3. Alat pengambil contoh otomatis yg dilengkapi dgn alat pengatur waktu dan volume contoh air yg akan diambil.
Pengawetan Contoh Air
Pengawetan contoh air adalah usaha utk menghambat perubahan komposisi zat-zat tertentu yg ada dil suatu contoh. Oleh karena itu meski contoh sudah diawetkan, pengujian thdp parameter hrs segera dilakukan agar hasil mencerminkan keadaan contoh pada waktu diambil.
Transportasi Contoh Air
Contoh yg telah dimasukkan kedlm wadah segera diberi label, pada label tsb.
1. Dicantumkan keterangan :
2. Data sampel :
3. Lokasi :
4. Titik sampel :
5. Sumber :
6. Tgl dan jam pengambilan :
7. Tanggal pengiriman :
8. Pengawet :
9. Nama pengambil sampel :
Pengiriman sampel
Apabila jarak tempat pengambilan sampel dan lab. Jauh (membutuhkan waktu melebihi 3 jam utk pengiriman) maka sampel air perlu diawetkan.
Cara pengawetan sampel :
a. Dengan cara pendinginan.
Pendinginan ini dpt dilakukan dgn mengepak temapt sampel air kedlm es dlm wadah yang terisolasi. Temperatur 4O – 10O C.
b. Dengan cara penambahan bahan pengawet
Sampel dibagi beberapa tempat :
• 1 tempat ditambah H2SO4, HCl untuk mengawetkan logam dan lemak, ZO. Jumlah asam yg ditambahkan 2 ml dlm 250 ml sampel.
• 1 tempat ditambah basa NaOH untuk mengawetkan sianida (pH 10-11) pada 100 ml
• 1 tempat ditambah Toluol untuk mencegah penguapan dr. Senyawa-senyawa Nitrogen (Nitrit,Nitrat) Jumlah Toluol yg diperlukan 5 tetes tiap 250 ml sampel hingga volume 250 ml.
• 1 tempat ditambah Zn.asetat 2 N untuk pemeriksaan Sulfida. Jumlah yg ditambahkan 4 tetes tiap 100 ml hingga volume 100 ml
• 1 tempat untuk sampel air tanpa pengawet sebanyak 1 liter.
Apabila wadah-wadah contoh telah ditutup rapat dimasukkan kedlm kotak yg telah dipasang khusus agar contoh tdk tertumpah selama pengangkutan ke laboratorium.
B. ANALISIS AIR DI LAPANGAN
Parameter yang diperiksa di lapangan
1. Parameter air minum / air bersih :
Bau
Khlor
Warna
Suhu
Rasa
pH
2. Parameter air kolam renang :
Bau
Oksigen terobsorbsi
Khlor bebas
Kejernihan
pH
3. Parameter Air Pemandian Umum :
Bau
BOD
pH
Kejernihan
Minyak
O2 terlarut
Warna
C. PEMERIKSAAN AIR SECARA FISIKA
1. KEKERUHAN
Air keruh terjadi bila dalam air banyak mengandung partikel-partikel padat sehingga kelihatan kotor. Penyebab kekeruhan tsb : tanah, lumpur, partikel-partikel padat lain, sisa tumbuh-tumbuhan. Kekeruhan ini sebaiknya diukur pada hari yg sama dgn pengambilan sampel, bila ditunda sampel harus disimpan ditempat gelap dan diperiksa sebelum 24 jam. Pemeriksaan kekeruhan dgn metode Turbidimetrik (Nefelometrik)
Prinsip : Membandingkan intensitas cahaya yg dihamburkan oleh sampel dengan intensitas cahaya yang dihamburkan oleh suspensi baku pembanding pada kondisi sama, makin tinggi intensitas cahaya yang terhambur makin tingi kekeruhannya.
Sebagai pembanding pada turbidimeter dibuat dari 1 gr Silika gel yang dilarutkan dalam 1 liter air suling, sehingga setiap 1 ml mengandung 1 mg SiO2 atau kekeruhannya 1 unit. 1 mg SiO2/lt. Batas syarat air minum : 5-25 skala SiO2.
Penyimpangan batas syarat , Bila terlalu tinggi mengakibatkan :
Rasa kurang enak
Menimbulkan busa pada ketel
Pada Pabrik kertas warna kertas kurang baik
Pada tekstil warna kurang baik.
2. JUMLAH PADATAN TERLARUT
Dalam Air minum kandungan jumlah padatan terlarut dianjurkan tidak lebih dari 500 mg/l. Jumlah padatan terlarut adalah residu setelah sampel diuapkan kmd dikeringkan pada suhu 103-105O C.
PEMBUATAN KURVA BAKU
Kurva Baku : Kurva yang dihasilkan dari hasil pengukuran absorben pada tiap-tiap variasi konsentrasi dengan menggunakan panjang gelombang (λ) maksimum.
Fungsi : Perhitungan konsentrasi larutan sampel secara grafis.
Menentukan panjang gelombang (λ) maksimum, Caranya :
Diambil salah satu konsentrasi larutan standard
Diukur absorben pada setiap panjang gelombang.
Hasil yang diperoleh diplot pada grafik antara : absorben sebagai ordinat dan panjang gelombang sebagai absis.
Pengukuran : Diperlukan 3 macam pengukuran yaitu larutan blanko, larutan standart dan larutan sampel. Cara pengukuran dengan kolorimetrik :
Alat dihidupkan
Stel pengatur panjang gelombang
Masukkan kuvet larutan blanko
Atur penunjuk skala A=0 atau T=100%.
Masukkan kuvet larutan standard, dibaca absorben standart tersebut.
Masukkan kuvet larutan sampel dibaca absorben sampel.
InterpretasiHasil :
a. Perhitungan secara teoritis Kons. Spl = Abs. Spl X Kons. Standard
Abs. Std
b. Perhitungan secara grafik
Dari kurva baku yang telah dibuat diplotkan abs. hasil pembacaan larutan sampel yang akan ditentukan konsentrasinya. Kemudian tarik garis sejajar absis yang akan memotong garis sejajar kurva. Pada titik potong tersebut diproyeksikan tegak lurus, dimana perpotongan pada absis adalah konsentrasi yang akan ditentukan.
D. PEMERIKSAAN AIR SECARA KIMIA
1. Zat organic
Air minum mempunyai batas syarat zat organic,yang dapat diukur dengan banyaknya mg/KMnO4 yang diperlukan uintuk mengoksidir zat organic yang terkandung didalamnya,dengan pendidihan selama 10 menit.
Kandungan zat organic yang melebihi batas memungkinkan pertumbuhan kuman,disamping menunjukkan pengotoran zat-zat organic yang kemungkinan membahayakan kesehatan.
Penggangu ion sulfide dan nitrat,untuk menghilangkan harus dipanaskan dengan H2SO4 encer sampai H2S Nitritnya hilang.air yang menguap kemudian diganti dengan air suling.Gangguan dari garam ferro dihilangkan dengan beberapa tetes larutan KMnO4 sebelum dianalisa sampai larutan tepat merah muda
Adanya klorida lebih dari 300 mg/l memerlukan perlakuan khusus yaitu oksidasi dalam suasana basa.
Metode asam,untuk air yang mengandung ion Cl kurang dari 300 mg/l
Prinsip: zat organic didalam sampel dioksidasikan dengan larutan baku asam KMnO4. Sisa KMnO4 direduksi dengan larutan asam oksalat yang diberikan berlebih.kelebihan bahan oksalat dititrasi kembali dengan larutan baku kMnO4
Metode basa : untuk air yang mengandung ion Cl lebih dari 300 ml/l
Prinsip: sampel dididihkan dahulu dengan NaOH.selanjutnya dioksidasikan dengan larutan baku KMnO4.sisa KMnO4 direduksi dengan larutan asam oksalat yang diberikan berlebih.kelebihan asam oksalat dititrasi kembali dengan larutan baku KMnO4
2. Karbondioksida Agresif
Karbondioksida agresif adalah CO2 yang mampu merusak marmer air yang mengandung CO2 agresif akan merusak bangunan dari semen dan beton.pemeriksaannya dilakukan dengan mereaksikan sejumlah sampel dengan serbuk marmer.kadar CO2diukur sebelum dan sesudah dibiarkan selama 24 jam
3. KESADAHAN
Kesadahan air artinya daya air tersebut untuk mengendapkan sabun.sabun terutama diendapkan oleh ion kalsium dan magnesium yang ada dalam air,serta diendapkan pula oleh ion-ion logam bermartabat tinggi seperti aluminium,besi,mangan,stronsium,dan seng,juga oleh ion hydrogen.tetapi air karena ion-ion logam tersebut selain Ca dan Mg hanya terdapat sedikit dalam air alam,kesadahan hanyalah ditentukan oleh kadar jumlah dari ion-ion logam yang menimbulkan kesadahan berjumlah cukup besar
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Air merupakan senyawa yg mempunyai rumus molekul H2O.Dalam molekul tsb.Atom Oksigen berikatan dgn 2 atom Hidrogen dgn ikatan kovalen. 1. Sumber Air
Sumber air yg dpt dimanfaatkan bagi kehidupan manusia dpt dibedakan mjd 3 golongan :
a. Air Angkasa
b. Air Permukaan
c. Air Tanah
1. PENGAMBILAN CONTOH AIR
a. Lokasi Pengambilan Contoh Air di Sungai
b. Lokasi pengambilan contoh air diwaduk / danau
2. ANALISIS AIR DI LAPANGAN
Parameter yang diperiksa di lapangan
a. Parameter air minum / air bersih :
Bau
Khlor
Warna
Suhu
Rasa
pH
b. Parameter air kolam renang :
Bau
Oksigen terobsorbsi
Khlor bebas
Kejernihan
pH
c. Parameter Air Pemandian Umum :
Bau
BOD
pH
Kejernihan
Minyak
O2 terlarut
Warna
3. Pemeriksaan kualitas air meliputi :
a. pemeriksaan fisika,
b. Pemeriksaan kimia,
c. Pemeriksaan mikrobiologi.
B. SARAN
Dalam pemaparan makalah ini.diharapkan pembaca dapat mengerti tentang analisis air dilapangan ,dan diharapkan pembaca dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari karena peranan air sangat penting bagi makhluk hidup.jangan sampai air yang dikonsumsi sehari hari telah tercemar baik secara fisika maupun secara kimia.didalam makalah ini belum dipaparkan secara menyeluruh analisis air untuk itu diharapkan pembaca tidak tinggal diam,teruslah mencari dan mencari materi sebanyak-banyaknya tentang pembahasan ini
DAFTAR PUSTAKA
http://ripanimusyaffalab.blogspot.com/2010/01/analisis-air.html
http://analisis air.com.html
1989.kimia air.untuk sekolah menengah analis kesehatan.jakarta
thanks ya... smg kdpn lbh baik lg.... amien...
BalasHapus